Jumat, 15 Januari 2010

MODELS and FASHION COURSE

KURSUS MODELS & FASHION

Untuk anak-anak dan remaja usia, mulai umur 3 hingga 17 tahun dapat mengikuti kursus Models dan Fashion.
Kursus mulai untuk tingkat dasar maupun untuk menghadapi lomba Models dan Fashion.






MD STAR MODELLING, mengadakan kursus MODELS dan FASHION. Saat ini kursus dibuka di Pekanbaru dan akan diadakan juga di Jakarta.

Agenda lain yang akan digelar oleh MD STAR MODELLING adalah lomba MODELS dan FASHION baik tingkat lokal maupun hingga nasional. Selain itu juga kegiatan-kegiatan lainnya untuk menampung bakat dari peserta didik.

MD STAR MODELLING didirikan oleh pendiri MD MODELLING Palembang, dimana telah diakui dan menjadi salah satu agency MODELS dan FASHION di tingkat Nasional.

Pendaftaran kursus dapat dilakukan di:
JL. SERAYU, KOMPLEKS TIKI NO. 14 B, PEKANBARU.

ALDEN WON A MODEL CONTEST




At Saturday afternoon Alden has contest agenda. This first time, he has a contest. Alden is not a model, but his Mom is a model when she is young.
One day before came to the contest, Alden must learn and train, his Mom trained him. One … two … three … walk slowly … smile …. Then stop …. Actions … smile …. Walk turn left … walk turn right …. Walk …. Back to back side stage … Good …. See the audience …That Alden’s Mom said to train Alden.
On the day of contest … wow … Alden action to walk around stage. Cute … nice … looking good …. Alden has number 32 from 40 participants. On the end of contest, Alden achieve “The Best Models for Category A” Wow … this the first time Alden as contest participant but he can get the best. And he gets a trophy too. The contest is done by DEWA AMOR and the title contest is PENTAS MENUJU BINTANG. Contest was done at SUZUYA Dept Store, Pekanbaru.
Dear Alden friends, from above stories. You can get a trophy like Alden, you can get as champion on sport, models like Alden, studies etc. But you must try hardly and take a practices, learning etc. Then you can gets as champion like Alden and others kids.

Minggu, 06 September 2009

MEETING YANG EFFEKTIF DAN EFISIEN

Bagi para karyawan dan leader (manager) agenda meeting pasti sering dilakukan di lingkungan kantor. Selain itu dilingkungan umum pun, meeting atau rapat juga biasa dilakukan.

Berdasarkan pengalaman, tentu pernah dialami pelaksanaan meeting yg tidak efisien dan efektif. Ada beberapa faktor yg menjadi sumber penyebab meeting tidak dapat dijalankan secara efektif dan efisien, diantaranya :
1. Tidak menjalankan Manajemen waktu
2. Penguasaan materi
3. Suasana meeting

Ketiga faktor ini mencakup beberapa sub faktor yg menentukan. Beberapa sub faktor yg bisa disebutkan dijelaskan masing-masing sebagai berikut.

1. Manajemen Waktu
Secara teori tentu kita sudah mengenal masalah manajemen waktu. Dimana dalam kegiatan meeting, manajemen waktu sangat erat kaitanyya utk menciptakan pelaksanaan meeting yg effektif dan efisien. Sub faktor yg perlu dipersiapakan berkaitan manajemen waktu utk meeting adalah:
a. Menentukan alokasi waktu dan tempat meeting sesuai materi yg akan dibahas.
b. Sususn topik pembicaraan selama meeting
c. Setiap topik pembicaraan perlu direncanakan batas waktunya sesuai alokasi waktu yg kita tetapkan di point a.
d. Dalam pelaksanaan jika aktual pembicaraan selama meeting akan membutuhkan waktu lebih lama dari alokasi waktu yg ditentukan, segera buat pengalihan pembicaraan dengan metode "parking note".
e. Siapkan metode "parking note" yaitu pembicaraan yg tidak menghasilkan keputusan lebih baik di catat terpisah utk dibicarakan lain waktu.
Dengan sub faktor berkaitan manajemen waktu ini diharapkan semua materi dapat disampaikan, dan ada pembatasan pembicaraan yg tidak perlu selama meeting.

2. Penguasaan Materi
Dalam meeting, seorang pemimpin meeting maupun peserta perlu tahu materi yg akan dibahas, hal ini akan menciptakan kesiapan seluruh peserta meeting, sehingga pembicaraan akan lebih terfokus. Beberapa sub faktor yg menetukan adalah :
a. Gunakan undangan meeting yg menginformasikan waktu, tempat dan agenda pembicaraan/materi yg diberikan kepada seluruh calon peserta.
b. Beberapa internal meeting diperusahaan, pemimpin meeting mempersiapkan materi dalam bentuk slide presentasi, laporan tertulis dsb. Minimal ada agenda/catatan kecil pembahasan dan materi yg disampaikan.
c. Bila perlu beberapa peserta diberi tugas utk mengumpulkan pendapat/ide yg bisa disampaikan selama meeeting.
Diharapkan dengan sug\b faktor ini, seluruh peserta meeting dapat ikutserta dalam pembahasan setiap materi. Sehiingga jika diperlukan keputusan dapat dihasilkan dalam meeting tersebut secara akurat, efektif dan efisien.

3. Suasana Meeting
Yg cukup menentukan adalah faktor suasana meeting, seringkali kita hanya menciptakan meeting yg berisi judgement/tuntutan hasil kerja, keluhan-keluhan biaya dsb, yg intinya tidak memberikan solusi bersama dan semacam membeberkan "keburukan" kinerja seseorang/department. Hal ini dapat berakibat menciptakan suasana meeting yg tidak kondusif, peserta yg merasa dinilai "buruk" kemungkinan tidak akan memeberikan pendapat dan bahkan defensif, hal ini berakibat tidak ada slusi utk meningkatkan kinerjanya.
Dilain pihak kadang kita mengalokasikan waktu meeting disaat yg tidak tepat, misalnya di-sore hari setelah jam pulang. Jika mungkin alokasi waktu meeting ditentukan bersama berdasarkan kesepakatan bersama peserta meeting, sehingga ada suasana ikut menyukseskan kegiatan itu sendiri berdasarkan komitmen bersama atas alokasi meeting yg telah disepakati.
Intinya ada beberapa sub faktor yg p\menentukan yaitu:
a. Visi dan misi meeting utk mendapatkan solusi bersama.
b. Menetukan waktu kegiatan meeting berdasarkan kesepakatan bersama.
c. Menyampaikan materi meeting dgn pendapat yg positif dan bertujuan mendapat solusi.
d. Tambahkan materi ringan/joke/penyegaran suasana agar meeting dapat selalu dalam kondisi menyenangkan.
e. Bila perlu akomodasi selama meeting diatur sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan oleh peserta (misal utk lobby pendapat dsb).
Diharapkan terciptanya suasana meeting yg kondusif dapat dimanfaatkan utk menggali seluruh solusi yag bisa diputuskan dalam meeting secara efektif dan efisien.

Demikianlah sharing mengenai cara utk mengadakan meeting yg efektif dan efisien ini, semoga bermanfaat.

Minggu, 01 Maret 2009

MARKETING SURVEY

Marketing survey terhadap produk baik jasa dan barang sangatlah penting. Tidak hanya utk mengetahui kebutuhan konsumen saat ini namun juga utk mengetahui feedback atas kualitas produk kita dipasaran.

Tentunya utk melakukan survey tersebut membutuhkan waktu khusus dan sumber daya yang tidak sedikit. Namun model dan metode survey jugalah yang mempengaruhi biaya tersebut.

Bagi perusahaan yang membutuhkan konsultasi maupun pelaksanaan marketing survey utk dilakukan di daerah Jakarta (Jakarta Selatan khususnya) dapat menghubungi kami di:

a/n Arfan Hermawan
arfan.hermawan@gmail.com
HP. 081311178001

Selasa, 27 Januari 2009

PERLUNYA SURVEY DAN ANALISA UNTUK MENGATASI KEMACETAN LALU LINTAS

Sudah sepekan ini di DKI Jakarta berlaku jam masuk sekolah lebih awal. Apakah hal ini berdampak positif bagi lalu lintas di Jakarta ? Terutama apakah mampu mengurangi atau minimal mengurai kemacetan yang biasa terjadi.

Senin, tanggal 5 Januari 2009, penulis yang berkantor hanya 6 kilometer dari rumah merasakan dampak perubahan jam masuk murid sekolah menjadi jam 6.30. Hari Senin adalah hari yang paling padat menurut penulis, selain hari Rabu. Pada tanggal 5 Januari tersebut, jalanan sedikit lengang, meski ada macet tapi tidak sebagaimana sebelumnya, dimana perubahan kemacetan lalu lintas berkurang sekitar 20-30%.

Namun apakah hal yang sama juga dirasakan oleh pengguna lalu lintas lainnya. Dan apakah dampak bagi murid sekolah maupun para orang tua yang harus mengantar anakknya lebih pagi.

Beberapa harian mengulas, pro dan kontra atas program pengalihan ini. Namun kalau boleh jujur, lebih banyak keluhan alias kontra yang terindikasi oleh penulis.

1. Komentar pertama dari petugas lalu lintas yang mengamati perubahan, dimana masih terjadi kemacetan dan bisa disimpulkan program tersebut hanya memindahkan jam macet.
2. Selanjutnya komentar dari para murid dan praktisi pendidikan, dimana mereka merasakan harus bersusah payah bangun lebih pagi dan besar kemungkinan kurang istirahat untuk memenuhi aturan baru tersebut. Belum lagi ada beberapa laporan banyaknya murid yang terlambat masuk sekolah, dan bukan tidak mungkin jika aturan sekolah lebih tegas mereka akan kena hukuman. Selain itu dikuatirkannya ada pengurangan jam bermain yang merupakan hak anak.
3. Kemudian komentar dari para orang tua, mereka mengkritik kurangnya sarana transportasi yang memadai dan faktor keamanan bagi murid. Dimana murid harus berangkat lebih pagi dari rumah, dan yang memerlukan transportasi hingga dua kali naik angkutan transportasi harus 1-2 jam lebih pagi dari jadwal masuk.
4. Komentar karyawan meski belum diberlakukan peralihan jam masuk per area Jakarta, namun telah memberikan respon negatif atas pemberlakukan jam peralihan tersebut. Dimana jika mereka memiliki anak dan berkewajiban mengantar mereka ke sekolah, sementara selisih jam masuk kantor dan sekolah terlalu panjang dikuatirkan berakibat ketidakefisiensi nantinya mereka dalam bekerja.
5. Komentar dari pihak pemerintah daerah Jakarta, dimana perubahan jam masuk akan efektif setelah peraturan jam masuk kantor per area ditetapkan. Dan diyakini dapat lebih mengurai kemacetan yang terjadi.

Dari indikasi tersebut lebih banyak respon negatif yang diberikan masyarakat maupun pihak yang berwenang dalam lalu lintas. Bukan tidak mungkin, aturan ini pun ditetapkan dan analisanya pun dipertanyakan.

Dalam menentukan suatu kebijakan, hendaknya diperlukan kajian yang lebih mendalam. Salah satu kajian adalah melalui survey yang akurat. Berkaitan dengan lalu lintas tidak serta merta kondisi titik-titik rawan kemacetan dalam lalu lintas di Jakarta saja yang perlu dianalisa, tetapi juga pola mobilitas penduduk, Kepentingan pengguna jalan maupun kondisi fasilitas transportasi dan jalan pun perlu dianalisa.

1. Titik rawan kemacetan
Analisa titik rawan kemacetan harus dilakukan untuk menemukan penyebab sebenarnya. Tidak hanya jadwal pengguna jalan yang bersamaan (ide dasar peralihan jam masuk), kepadatan pengguna alat transportasi maupun kondisi jalan yang menjadi penyebab. Bisa juga tidak adanya alternatif jalan maupun perilaku pengguna lalu lintas juga perlu dianalisa.
2. Pola mobilitas penduduk
Tata kota Jakarta dewasa ini bisa dikatakan tidak jelas. Asas sentralisasi yang digunakan saat ini perlu dipertanyakan. Dengan adanya asas sentralisasi dimana Jakarta Pusat seakan menjadi jantung bisnis dan wilayah Jakarta lainnya sebagai pendukung bisa jadi menjadi akar penyebab kemacetan. Bayangkan saja, perumahan penduduk atau karyawan saat ini tersebar di pinggiran kota Jakarta (Selatan, Utara, Barat dan Timur), sementara mereka kebanyakan bekerja di Jakarta Pusat. Belum lagi pusat-pusat perkantoran dan bisnis di masing-masing area dan penyebaran perumahan karyawan atau pelaku bisnis di sekitar area menjadikan arus lalu lintas terpusat. Dari penataan fungsi kota Jakarta bisa dibayangkan adanya mobilitas lalu lintas dari kawasan pemukiman ke kawasan perkantoran dan bisnis.
Sementara itu pusat perbelanjaan dan pendidikan saat ini bisa dikatan tersebar hingga tiap kelurahan atau kecamatan terdapat saran tersebut. Dalam hal ini kemungkinan adanya mobilitas rendah dari murid & praktisi sekolah atau pun orang tua yang mengantar anaknya yang tidak terlalu jauh dari kawasan pemukiman.
3. Kepentingan Pengguna Jalan
Saat ini dominasi lalu lintas adalah pengguna sepeda motor, mobil pribadi dan angkutan umum. Sepeda motor dan mobil pribadi lebih mendominasi daripada sarana angkutan umum. Hal ini sudah memberikan sinyal bahwa kepadatan lalu lintas salah satunya adalah akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Satu motor atau satu mobil dikendarai oleh satu orang, jelas tidak seimbang dengan kapasitas jalan bahkan petugas lalu lintasnya (perbandingan saat ini 1 petugas untuk 1000 orang penduduk). Sementara aturan lalu lintas semacam three in one pun hanya diberlakukan di jalan-jalan protokol. Tentu juga alasan pengguna kendaraan pribadi yang tidak mau beralih ke angkutan umum juga perlu digali. Misal saja, banyak perusahaan atau perkantoran yang menerapkan fasilitas kendaraan bagi level manajer untuk mobilitas mereka dari tempat tinggal ke kantor. Jelas hal ini bisa menjadi salah satu penyebab pengguna kendaraan pribadi yang tinggi jumlahnya.
Di jenis angkutan umum saat ini sebenarnya sudah banyak variasi, mulai mikrolet jenis mini bus, bus sedang semacam KOPAJA ataupun METROMINI hingga jenis bus besar seperti DAMRI dan BUSWAY. Belum lagi didukung transportasi rakyat semacam bajai, becak dan ojek. Namun siapa pengguna mereka, kebanyakan adalah penduduk kelas menengah ke bawah yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Itu pun dengan masih dikeluhkannya masalah kualitas dan jumlah angkutan umum, perilaku sopir, trayek atau jalur yang tersedia hingga masalah harga.
Sebagai gambaran masalah harga, bayangkan keluarga kelas menengah sebanyak 3 orang (1 bapak, 1 ibu dan 1 anak) jika naik angkutan umum dengan tarif Rp. 3000,- per orang, maka mereka harus membayar total Rp. 9.000,- untuk satu kali perjalanan dimana rata-rata jarak trayek sekitar 20-30 Km. Bandingkan jika mereka menggunakan sepeda motor, dengan hanya 1 liter bensin seharga sekarang sebesar Rp. 5.000, -, dapat digunakan tidak hanya 30 Km, bahkan bisa 40 Km. Jelas lebih murah, hingga tidak dipungkiri penjualan kendaraan jenis sepeda motor sangat tinggi dikonsumsi penduduk kelas menengah ke bawah.
4. Kondisi Fasilitas Lalu Lintas
Sering kali kita melihat angkutan umum yang berhenti ataupun mangkal seenaknya, semacam terminal bayangan. Penyediaan halte bagi angkutan umum sedianya memberikan jalan agar angkutan umum tidak membuat terminal bayangan, namun kadang pembangunannya tidak memikirkan konsep yang baik, idealnya halte digunakan untuk tempat berhenti sementara bagi angkutan umum, ketika berhenti jelas badan kendaraan tersebut akan menghalangi kendaraan di belakannya, untuk itu perlu penempatan yang bijak dalam membangun halte, yaitu penempatan yang lebih masuk dan jauh dari badan jalan.Selain itu juga kondisi rambu dan lampu lalu lintas yang tidak terawat sering dijumpai. Kesemuanya bisa jadi salah satu penyebab kemacetan. Termasuk ketersediaan jembatan penyeberangan juga menjadi salah satu penyebab. Penyediaan jembatan penyeberangan juga perlu memikirkan konsep yang baik bagi penggunannya mulai dari bahan, bentuk dan faktor keamanan dan kenyamana, misal masalah bahan, masih banyak jembatan penyeberangan yang dibangun dengan bahan konstruksi baja, dan alas jembatan juga dari plat baja dengan permukaan kasar. Bayangkan jika logam tersebut terpapar sinar matahari dan air hujan, jelas akan muncul karat dan berakibat rapuhnya alas jembatan penyeberangan, akibatnya bukan tidak mungkin mencelakakan penggunanya.
Ditambah kondisi jalan saat ini di musim hujan, masih banyak lubang dan genangan air yang berakibat banyak pengendara menghindari jalan tersebut dan berujung pada kemacetan.

Dari uraian dan sedikit analisa di atas, perubahan jam masuk sekolah dan karyawan bukanlah satu-satunya jalan untuk mengatasi kemacetan. Beberapa program masih dapat dilakukan seperti pembenahan fasilitas lalu lintas dan jalan dan peraturan standar kualitas angkutan umum.
Selain itu kerja sama dengan pihak lain juga perlu dilakukan, tidak hanya pemerintah daerah dan kepolisian tetapi juga pengusaha dan pimpinan perkantoran perlu untuk diajak memikirkan solusi mengatasi kemacetan. Beberapa program yang dapat dilakukan misalnya perubahan jam masuk sekolah dan karyawan yang terintegrasi dan diatur per wilayah, bukan peraturan secara umum sebagaimana saat ini. Hal ini berkaitan mobilitas pengguna jalan yang perlu disurvei dan dianalisa lebih mendalam. Dan program pengadaan angkutan karyawan bagi perusahaan, tidak harus ditanggung oleh satu perusahaan, bisa saja beberapa perusahaan dalam satu kawasan bisnis atau gedung bekerja sama membiayai dan menyewa angkutan masal untuk mobilisasi karyawannya baik level profesional maupun executive. Program yang lain misalnya penggunaan kendaraan pool atau kendaraan khusus yang stand by di kantor untuk digunakan para executive level manajer menghadiri meeting di luar kantornya tanpa perlu jatah kendaraan untuk mobilitas mereka dari rumah ke kantor. Ini bisa dijadikan solusi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Dan masih banyak masalah dan solusi yang perlu dianalisa untuk mendapatkan solusi yang tepat dalam mengatasi kemacetan lalu lintas. Dan yang paling utama adalah kerjasama semua pihak diperlukan untuk mendapatkan solusi terbaik.

INDONESIAKU DALAM PUISI "PESAN MORAL"

Saat kecil
Dari rumah .... tak putus bimbingan ayah dan ibu akan akhlak mulia
Di sekolah .... guru selalu mengajarkanku akan nilai luhur agama dan moral
Ketika bergaul .... tertata tingkah laku halus untuk tenggang rasa

Beranjak dewasa
Ku lakukan semua yang telah kudapatkan
Ku genggam erat dan terpatri akan budi pekerti luhur
Ku cita-citakan kelak anak cucu ku mendapatkan yang sama

Tiap napas
Tiap kata
Tiap langkah
Tiap masa

Dunia kini telah berubah
Anak tak lagi hormati orang tuanya
Bahkan orang tua nistakan anaknya
Tak ubahnya memakan darah dan dagingnya sendiri

Dunia kini telah berubah
Guru tak lagi ditiru
Bahkan murid tak lagi berotak
Tak ubahnya kerbau dungu yang mudah diadu

Dunia kini telah berubah
Tiap orang saling melotot dan saling melukai kulit sesamanya
Bahkan tiap bangsa saling melahap bangsa lain
Tak ubahnya sekumpulan ulat dalam daging busuk

Anak cucuku ... takutlah hanya pada Nya
Tiap napas ... berdzikirlah selalu
Tiap kata ... landasilah dengan ilmu
Tiap langkah ... iringi dengan niat menghormati
Tiap masa ... tanamkanlah biji kebaikan
Kelak dunia tak lagi tercela dan palsu


Referensi:
Dalam kehidupan nyata ini penulis merasakan betapa moralitas bangsa ini harus kembali diluruskan, agama harus diimplementasikan dan tak sekedar ucapan, nilai-nilai luhur haruslah dihormati dan dimengerti. Dan yang paling utama adalah takut kepada Nya.

INDONESIAKU DALAM PUISI "PERJALANAN DI BUMI INDONESIA"

Tak pernah terbayang

Telah ku tapakkan kaki diberbagai belahan bumi

Bumi Indonesia ... ku lalui dari berbagai perjalanan


Meski ku bukan pengembara

Meski hanya menapak sejengkal tanah dari tiap pulaunya

Bumi Indonesia … telah ku tatap seluk beluknya


Orang menyebutnya .... indah

Sebagian lagi menyebutnya .... kaya

Bumi Indonesia ku dulu seperti yang mereka katakan


Tapi tidak kali ini

Aku hanya melihat pepohonan hutan yang bertumbangan

Aku hanya menginjak tanah tandus tak bertuan

Aku hanya melewati sungai hitam bahkan kering


Bahkan

Aku hanya diterpa sengatan sinar mentari tanpa pohon melindungi

Aku hanya mencium asap hitam lagi pekat menyesakkan napas

Aku hanya merasakan hujan badai dan banjir yang dahsyat


Bumi Indonesiaku

Aku hanya melihat kerusakan yang menimpa mu

Aku berharap semua peduli kepadamu

Sebelum akhir perjalananku


Referensi:

Puisi ini berkisah tentang perjalanan penulis utk memenuhi tugas, dimana harus keliling area di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua. Dimana banyak sekali kerusakan alam akibat pengelolaan kekayaan alam negeri ini yang tidak bijaksana dan terkontrol.